Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Permohonan Ditolak, Itjima Ulama Bertindak

Gambar
(Novel Bamukmin Jubir PA 212/ Sumber gambar: republika.co.id) Ada sebuah ungkapan yang terkenal di kalangan muda-mudi terkait dunia cinta dan asmara. "Cinta ditolak, dukun bertindak."  Ketika cinta seseorang ditolak secara keseluruhan oleh pujaan hatinya. Kemudian penolakan itu tidak diterima, maka selanjutnya menggunakan cara ekstrim yaitu meminta bantuan dukun untuk mewujudkan hasrat cintanya. Seperti itu kira-kira. Entah kalau di dunia politik, khususnya terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap sengketa hasil Pilpres. MK sudah memutuskan menolak secara keseluruhan permohonan pemohon.  Apakah akan ada juga ungkapan yang seperti di atas? Misalnya, "Permohonan ditolak, dukun bertindak" . Saya rasa tidak. Koalisi sudah bubar. BPN juga otomatis bubar. Keputusan MK sudah diterima dan dihormati oleh pihak pemohon. Ehh... tapi sabar dulu ya. Masih ada kelompok yang belum menerima. Bahkan sepertinya menolak keputusan MK. Mereka adalah ...

Selamat Pak Jokowi vs Selamat Pak Prabowo

Gambar
(Sumber gambar: detik.com) Setelah saya hitung-hitung, ternyata sudah tiga kali saya mengucapkan selamat yang berbeda buat Pak Jokowi pasca pencoblosan dalam Pilpres 2019 lalu. Saya yakin publik juga demikian, khususnya para simpatisan dan pendukung beliau. Pertama selamat sebagai Presiden terpilih berdasarkan hasil Quick Count berbagai lembaga survey nasional ternama. Kedua selamat sebagai Presiden terpilih berdasarkan hasil perhitungan KPU Republik Indonesia. Dan yang ketiga sekarang, selamat sebagai Presiden terpilih berdasarkan sidang MK yang menolak gugatan pemohon dalam hal ini pihak BPN 02. Ucapan selamat publik kepada Pak Jokowi belum akan berhenti sampai di situ. Ucapan selamat akan kembali membanjirinya saat pelantikan sebagai Presiden periode 2019-2024. Jadi total ada empat jenis ucapan selamat. Semoga Pak Jokowi tidak jemawa dengan koleksi ucapan selamat ini. Lalu bagaimana dengan Pak Prabowo? Ia juga mendapat ucapan selamat. Ada satu kali ucapan selamat, yaitu s...

Bela Agama Di MK, Agama Apa?

Gambar
(Sumber gambar: suara.com) Kelompok Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) rencanya akan melakukan aksi saat sidang pembacaan putusan sengketa hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi. Padahal sang Capres yang mereka dukung termasuk BPN 02 sudah menghimbau untuk tidak melakukan aksi. Entahlah, himbauannya ini serius atau setengah hati. Karena ada juga dari pihak BPN yang menyatakan, soal aksi di MK, PA 212 tak bisa diintervensi. Bahkan tak bisa melarang mereka aksi. PA 212 berdalih bahwa aksi itu adalah gerakan bela agama. Kok bela agamanya di MK? Memangnya MK itu Mahkamah Keagamaan ya? Yang akan memutuskan agama A tidak boleh ada di Indonesia. Para penganut agama B tak boleh beribadah di Indonesia. Kan tidak begitu. MK akan memutuskan apakah menerima atau menolak gugatan BPN 02. Karena Indonesia adalah negara hukum dan masyarakatnya diatur oleh hukum konstitusi negara, apapun keputusannya harus diterima. Saya terkadang bingung dengan kelompok yang langganan menamakan aksinya denga...

Demam Impor

Gambar
(Sampah Impor/ Sumber gambar: detik.com) Di negara kita ini apa saja diimpor. Beras, dimpor. Gula, dimpor. Garam, dimpor. Sapi, dimpor. Bagi saya itu biasa saja sih. Banyak juga negara berkambang atau maju yang impor komoditi seperti ini. Tidak jadi masalah selama dilakukan secara proposional sesuai stok dan kebutuhan masyarakat dalam negeri. Jangan juga kebablasan yang tujuannya mencari keuntungan untuk memenuhi saku pribadi. Ada juga impor tenaga kerja. Tenaga kerja asing (TKA). Banyak dipekerjakan di proyek-proyek pembangunan pabrik atau tambang yang mayoritas dari negara Cina. Ini juga sebenarnya tidak terlalu jadi masalah. Selama TKA yang didatangkan yang spesialis teknis atau profesional yang kira-kira sumber daya manusia Indonesia terbatas atau tidak bisa. Sekarang ada lagi wacana baru yang digulirkan. Impor guru sekolahan. Impor maskapai penerbangan. Ini juga bukan tanpa alasan. Sedikitnya bisa diterima, asal tetap dengan catatan. Guru yang benar-benar kompeten dan ...

Andai Deddy Dibimbing Baequni

Gambar
(Sumber gambar: jejak-iblis.blogspot.com) Sang mentalis Deddy Corbuzier akhirnya masuk Islam. Di bawah bimbingan seorang kiayi muda Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal nyentrik Gus Miftah, ia mengucapkan dua kalimat syahadat di pondok pesantren Ora Aji Sleman, Yogyakarta pimpinan Gus Miftah sendiri pada Jum'at, 21 Juni 2019. Pria yang bernama lengkap Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo ini tidak salah memilih Gus Miftah sebagai pembimbingnya. Sebagai seorang kiayi NU, pastinya Gus Miftah akan mengenalkan dan mengajarkannya Islam yang berkarakter ramah bukan marah. Islam yang lembut suka mengasihi bukan yang keras suka menakut-nakuti. Islam yang moderat bukan yang suka melaknat. Saya coba membayangkan, andai saja Deddy memilih Ustadz Rahmat Baequni. Ustadz yang terkenal dengan ceramah akhir zaman dan konspirasi. Bagaimana jadinya ya? Mungkin Deddy bukan mendekat dengan Islam malah akan lari. Bagaimana tidak mau lari, baru kenalan Deddy bisa jadi akan dituduh bagian dari ...

Pembukaan

Gambar
(Foto: Falihin Barakati) Bahwa sesungguhnya menulis itu adalah hak setiap orang dan oleh sebab itu, maka pelarangan menulis harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prinsip demokrasi baik kebebasan berpendapat maupun berekspresi. Dan perjuangan pergerakan saya untuk menulis telah sampailah kepada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa mengantarkan saya ke depan pintu gerbang dunia  blogger  yang merdeka, terbuka, suka dan terkadang juga duka. Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya menulis yang bebas, maka saya menyatakan ini blog saya dengan judul  Catatan FB  (FB yang dimaksud di sini bukan singkatan dari  Facebook  tetapi Falihin Barakati). Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu blog yang dapat menyampaikan informasi tanpa  hoax  dan pemikiran kritis serta cerita pengalaman yang menghibur ke segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia khususnya pa...